Mengenali Hernia Pada Bayi

Apa itu Hernia?

Hernia pada Bayi – Pada dasarnya Hernia adalah tonjolan keluarnya organ dalam atau jaringan melalui dinding organ. Kondisi ini terjadi karena melemahnya otot dinding perut. Akibatnya isi perut keluar sebagian.

Umumnya Hernia ditemui pada orang dewasa. Namun ternyata kondisi ini juga bisa dialami oleh bayi yang baru lahir.

Pada bayi yang baru lahir, selain karena bagian dinding perut yang lemah, Hernia umumnya juga dikarenakan peningkatan tekanan dalam rongga perut, atau ketidakmatangan organ dan riwayat keluarga. Bisa juga kombinasi dari semua faktor tersebut.

Hernia pada bayi

Hernia pada bayi

Jenis Hernia

Hernia pada bayi bisa segera dideteksi saat bayi baru lahir. Namun adakalanya hanya terlihat ketika bayi sedang menangis, batuk atau mengejan saat sedang buang air besar. Berdasarkan letak tonjolan, Hernia pada bayi bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis:

  1. Hernia pada Pusar
    Merupakan Hernia yang diakibatkan oleh adanya peningkatan tekanan didalam rongga perut. Tekanan ini membuat lubang yang tidak tertutup sempurna pada perut bayi menjadi menonjol. Lubang ini ada di dinding perut bagian bawah pusar setiap bayi dalam kandungan. Lubang ini seharusnya tertutup saat bayi lahir, namun pada sebagian kecil bayi, proses penutupan lubang tersebut tidak berlangsung sempurna. Hernia jenis ini terjadi pada hampir sekitar 20% bayi.

  2. Hernia pada Lipatan Paha
    Hernia jenis ini paling jarang terjadi, namun umumnya terjadi pada bayi laki-laki. Hernia pada lipatan paha ini terjadi karena saluran tempat turunnya buah pelir dari rongga perut ke kantung buah pelir tetap terbuka saat bayi lahir. Sehingga kondisi ini menyebabkan sebagian usus bayi bisa turun dan membentuk benjolan.
  3. Hernia pada Diafragmatik
    Hernia jenis ini terjadi di sekat antara rongga dada dan perut , yaitu saat sebagian usus dan rongga perut yang lain masuk ke dalam rongga dada. Kondisi ini mengakibatkan bayi yang baru lahir akan mengalami sesak napas dan biru.

Deteksi Dini & Penanganan Hernia

Hernia pada bayi yang tidak ditanganin dengan baik akan menekan organ di sekelilingnya, sehingga akan muncul rasa nyeri dan terjadi pembengkakan. Jika yang terjepit adalah usus, maka akan terjadi gejala seperti muntah, perut kembung, serta gangguan buang air besar. Bila tidak segera ditangani, aliran darah ke usus akan tersumbat dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Jika gejala serius belum tampak, tanda yang dapat dideteksi adalah adanya benjolan di pusar atau di lipatan paha bayi. Sebaiknya segera periksa tubuh bayi anda dalam berbagi posisi, berbaring dan diberdirikan. Ini karena benjolan bisa saja hilang saat bayi berbaring tetapi akan muncul saat bayi berdiri.

Segeralah konsultasikan ke dokter jika menemukan benjolan di pusar atau di lipatan paha bayi.

Penanganan Hernia Tidak Selalu Dilakukan Dengan Operasi

Umumnya cincin Hernia pada pusar yang tanpa komplikasi akan tertutup sendiri ketika bayi berusia 12-18 bulan. Prosedur operasi biasanya dilakukan pada Hernia yang terjadi di lipatan paha, untuk mengurangi resiko organ yang terjepit. Hernia pada bayi bisa kambuh lagi jika terjadi peningkatan tekanan dalam perut seperti saat ia batuk atau sembelit. Maka sebaiknya orangtua harus terus melakukan observasi terhadap anak-anaknya.

Yang dicari disini:

  • hernia pada bayi (592)
  • hernia pada wanita (99)
  • hernia pada bayi baru lahir (77)
  • hernia pada bayi laki-laki (68)
  • ciri-ciri hernia pada bayi (66)
  • hernia pada bayi perempuan (62)
  • ciri ciri hernia pada bayi (60)
  • bayi (41)
  • hernia pada balita (37)
  • hernia bayi (34)
4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

You might also likeclose