Mengenali Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Bayi | Rahasia Wanita Indonesia


Mengenali Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Bayi

July 12th, 2012 0 Comments

Apa itu alergi makanan pada bayi?

Alergi makanan adalah segala macam kondisi yang menyertai setelah bayi memakan jenis makanan tertentu. Dampak yang ditimbulkan dari konsumsi makanan ini beragam dari mulai gatal, bengkah, bersin, nafas berbunyi, napas pendek, muntah hingga diare.

Gejala apa yang ditimbulkan akibat alergi makanan?

Berikut merupakan gejala yang biasa ditimbulkan akibat alergi makanan:

  • Gejala yang sifatnya umum akibat alergi makanan adalah timbulnya rasa gatal dan pembengkakan disekujur tubuh.
  • Gejala lainnya adalah timbulnya eksim.
  • Gejala yang lebih serius adalah timbulnya bersin-bersin, batuk, napas berbunyi, sesak nafas, muntah, diare hingga bisa jadi menimbulkan kematian.

Apa perbedaan antara alergi makanan dengan intoleransi makanan?

Alergi dan intoleransi makanan merupakan dua hal yang berbeda. Alergi makanan biasanya terjadi akibat sistem tubuh kita yang menganggap makanan yang masuk ke dalam tubuh sebagai ‘sesuatu yang asing’ sehingga tubuh pun menghasilkan reaksi alergi dengan mekanisme imunologis yang diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) ataupun non-IgE.

Sedangkan intoleransi makanan terjadi akibat kandungan tertentu atau zat toksin dalam makanan sehingga zat ini bisa menimbulkan sesuatu pada tubuh. Sebagai contoh kita akan bersin saat hidung menghirup bubuk merica atau selalu buang gas setelah makan kacang-kacangan.

Alergi makanan

Alergi makanan

Apa yang menyebabkan alergi makanan?

Pada dasarnya semua makanan bisa menjadi pemicu terjadinya alergi. Akan tetapi yang perlu diketahui adalah tingkat alerginitas setiap makanan adalah berbeda. Adakalanya jenis makanan tertentu yang dimakan dalam jumlah sedikit bisa langsung memicu alergi dan ada pula yang sebaliknya.

Makanan laut seperti ikan, kepiting, dan kerang-kerangan bisa memicu kuat terjadinya alergi. Produk unggas misalnya telur ayam juga bisa menjadi alergen terutama bayi penderita dermatis atopik. Produk yang berasal dari tumbuhan juga bisa menimbulkan gejala alergi seperti kacang-kacangan (kacang tanah, mede, dan kedelai).

Bagaimana cara mengetahui bayi memiliki alergi makanan?

Gejala alergi akan timbul satu atau dua jam setelah yang bersangkutan makan makanan pemicu alergi. Jika bayi Anda alergi terhadap makanan ‘X’ misalnya, maka gejala-gejala reaksi akan muncul setiap kali si bayi diberi makan X.

Anda juga bisa membawa bayi ke dokter untuk menjalani tes kulit atau darah. Akan tetapi dokter tentu saja akan menggabungkan hasil pemeriksaan ini dengan riwayat medis bayi dan keluarga sehingga dihasilkan data yang lebih akurat.

Pemeriksaan yang paling cocok adalah melakukan ‘Food Challenge’,  jika bayi mengikuti tes ini maka sejumlah makanan yang dianggap sebagai pemicu alergi akan diberikan secara meningkat setiap 20 menit sekali hingga si bayi memakan satu porsi makanan tersebut. Tentu saja tes ini akan dilakukan denga pengawasan ahli agar dapat memberikan pertolongan jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Food challenge ini juga bisa dipakai untuk memutuskan apakah bayi mengalami alergi makanan atau intoleransi makanan.

Apakah alergi makanan bisa hilang?

Data statistik menunjukkan bahwa sekitar 90% bayi yang mengalami alergi susu pada masa awal pertumbuhannya, tidak akan mengalami alergi pada saat mereka berusia tiga tahun. Untuk alergi terhadap telur, biji gandum serta kedelai juga bisa hilang tapi belum ada data statistik yang mendukung. Sedangkan alergi yang disebabkan oleh ikan, kerang, kacang tanah, kacang mede jarang bisa dihilangkan.

Terapi pada penderita alergi

Tahukah Anda bahwa satu-satunya pengobatan yang paling baik untuk penderita alergi adalah dengan menghindari makanan pemicu alergi atau sama sekali tidak mengikutsertakan makanan ini dalam diet penderita.

Sekarang juga sudah ada terapi bioresonansi yang cukup bagus dan berhasil pada banyak pasien. Silahkan baca artikel berikut ini untuk mengetahui lebih banyak tentang terapi bioresonansi:
Cara Mengatasi Alergi Tanpa Obat; Terapi Bioresonansi

Pertolongan pertama jika bayi mengalami alergi makanan

Apabila Anda mengetahui bayi Anda sedang mengalami alergi maka Anda bisa memberikan mereka obat antihistamin dan kemudian usahakan bayi untuk istirahat secukupnya.

Jika bayi mengalami gejala alergi yang cukup berat seperti napas berat, batuk, terjadi pembengkakan pada mulut dan mata ataupun bayi tiba-tiba linglung seperti kehilangan kesadaran maka segeralah bawa ke rumah sakit.

Tips mencegah alergi makanan pada bayi:

  • Berikan ASI esklusif hingga bayi berusia enam bulan.
  • Pemberian makanan padat sebaiknya diberikan pada bayi yang berusia minimal enam bulan.
  • Pemberian makanan seperti kacang-kacangan serta makanan laut sebaiknya ditunda hingga bayi berusia 3-4 tahun.
  • Jika menggunakan susu formula maka sebaiknya menggunakan susu formula yang sudah terhidrolisa

Yang dicari disini:

  • ciri ciri bayi kuning (327)
  • alergi makanan pada bayi (79)
  • ciri alergi pada bayi (53)
  • makanan penyebab alergi pada bayi (47)
  • ciri ciri alergi pada bayi (47)
  • penyebab alergi pada bayi (39)
  • tanda alergi pada bayi (36)
  • gejala alergi makanan pada bayi (32)
  • ciri-ciri alergi makanan pada bayi (28)
  • ciri-ciri bayi alergi makanan (28)
 

Selain artikel "Mengenali Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Bayi" di atas, mungkin info bisnis online berikut ini lebih bermanfaat lagi buat Anda, ayo KLIK Bannernya:


   

Bagikan Artikel ini melalui:

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel GRATIS

Dapatkan rahasia wanita terkini melalui email Anda, Ketik alamat email Anda di sini:

Jangan lupa untuk klik link konfirmasi di email Anda

   

Belum Ada Komentar untuk “Mengenali Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Bayi”

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama...

Silahkan berkomentar:

 


Statistik


Page Rank